Tag: universitas luar negeri

Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran

Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran

Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran menggelar Diskusi Nasional Diseminasi Praktik Pembangunan Masyarakat dan Rekayasa Sosial” secara virtual, Senin (26/6/2023). Acara ini merupakan diseminasi hasil praktikum mahasiswa yang secara lazim jadi bagian implementasi program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka di tingkat Prodi Sosiologi Unpad. Acara ini tidak hanya diikuti mahasiswa Sosiologi Unpad, tapi juga diikuti mahasiswa Prodi Sosiologi dari perguruan tinggi lain di Indonesia.

Dalam rilis yang di terima Kanal Media Unpad, program praktikum dilaksanakan selama semester ganjil tahun akademik 2022/2023. Selama satu semester, mahasiswa telah laksanakan praktik pembangunan masyarakat di Desa Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Ketua Program Studi Sosiologi Unpad Dr. Hery Wibowo, M.M., mengatakan, isu utama acara ini adalah mendorong pembiasaan antar mahasiswa untuk bertukar asumsi dan gagasan. Ini dilaksanakan mengingat tidak benar satu tuntutan keterampilan nonteknis (softskill) di jaman depan adalah kekuatan berpikir kritis, kreatif, dan dapat laksanakan complex problem solving. “Dengan demikian, diseminasi hasil praktikum adalah tidak benar satu wahana yang tepat untuk membangun perihal tersebut, di mana sejak mahasiswa telah dibiasakan untuk sharing gagasan dan mengakses area ubah pikiran,” kata Hery. Acara ini menghadirkan pembicara kunci, yaitu Dosen Sosiologi Unpad Dr. Wahju Gunawan, M.Si., yang memaparkan materi “Peranan Sosiologi didalam Pembangunan Masyarakat”. Menurut Wahju, pembangunan masyarakat adalah serangkaian kegiatan program pembangunan oleh, dari, dan untuk masyarakat.

Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat

“Pembangunan dan pemberdayaan masyarakat jadi penting didalam sosiologi sebab sosiologi merupakan ilmu perihal masyarakat, wajib mewadahi pembangunan masyarakat dan pemberdayaannya,” kata Wahju. Lebih lanjut Wahju mengatakan, didalam rangka mengembangan profesi Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat beserta sistem penjaminan kualitas kinerjanya, keberadaan sertifikasi profesi Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat penting diperlukan. Pentingnya sertifikasi profesi akan memberi tambahan implikasi kepada banyak pihak: masyarakat, institusi pengguna, dan fasilitator pemberdayaan masyarakat. Menutup paparannya, Wahju menyampaikan bahwa meninjau guna sosiologi didalam pembangunan masyarakat amat signifika. Tantangan ke depannya adalah menyinergikan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Standar Kualifikasi Nasional Indonesia (SKKNI).

Acara kemudian dilaksanakan bersama presentasi hasil praktikum bersama rangkaian berbasis unit kelompok, yaitu unit yang mengulas isu di bawah payung Sosiologi Kesehatan/Lingkungan (Fakta Sosial Penanganan Sampah di lingkungan Masyarakat), kemudian Sosiologi Kebencanaan (Fakta Sosial Dayeuhkolot sebagai lokasi rentan banjir) dan Sosiologi Pendidikan/Keagamaan (Fakta Sosial keadaan pendidikan anak di Desa). Presentasi selanjutnya dilaksanakan penanggapan khusus dari penanggap Bintang Renaldi, mahasiswa Universitas Bengkulu dan Yogi Pranata dari Universitas Maritim Raja Ali Haji. Mahasiswa dari luar Unpad sendiri berasal dari Universitas Riau, Universitas Udayana, dan Universitas Lambung Mangkurat.

Aksi Penikaman 3 Mahasiswa di Universitas Kanada, Rasa Benci Diduga Jadi Motif

Aksi Penikaman 3 Mahasiswa di Universitas Kanada, Rasa Benci Diduga Jadi Motif

Seorang mahasiswa berusia 24 tahun didakwa melakukan penikaman pada tiga orang saat menghadiri kelas studi gender di University of Waterloo, Kanada minggu ini.

Polisi setempat menyebut insiden ini dilatarbelakangi karena “insiden bermotivasi kebencian.”

Tersangka bernama Geovanny Villalba-Aleman. Ia adalah seorang mahasiswa internasional yang baru saja lulus dari universitas tersebut, kata Kepala Kepolisian Daerah Waterloo Mark Crowell dalam konferensi pers Kamis (29/6/2023).

Dilaporkan oleh CNN, Jumat (30/6/2023) Villalba-Aleman dianggap sengaja menargetkan kelas studi gender karena “penyelidik percaya ini adalah insiden bermotivasi kebencian terkait dengan ekspresi gender dan identitas gender,” menurut rilis berita dari Dinas Kepolisian Daerah Waterloo.

Polisi mengatakan, tersangka masuk ke ruang kuliah universitas pada Rabu kemarin sekitar pukul 15.30 waktu setempat dan menikam seorang profesor berusia 38 tahun, seorang mahasiswi berusia 20 tahun, dan seorang mahasiswi berusia 19 tahun dengan pisau. Sekitar 40 siswa berada di dalam kelas pada saat serangan itu, kata polisi.

Pada pukul 15:37, polisi menerima beberapa panggilan 911 dari mahasiswa di universitas tersebut, mengatakan bahwa orang-orang ditikam di dalam ruang kelas.

Petugas polisi pertama tiba di tempat kejadian dalam waktu tiga menit.

“Sangat menyedihkan dan mengganggu bahwa insiden ini terjadi selama Pride month,” kata Crowell. “Kami berharap kejadian ini tidak mengurangi perayaannya, tetapi malah mendorong kita semua untuk bersatu.”

Dia telah didakwa dengan tiga tuduhan penyerangan; empat tuduhan penyerangan dengan senjata; dua dakwaan memiliki senjata untuk tujuan berbahaya.

Korban Berusaha Melarikan Diri

Cedera para korban serius tetapi tidak mengancam jiwa, dan semuanya dirawat di rumah sakit, kata juru bicara polisi Cherri Greeno kepada CNN Rabu.

Petugas menemukan tersangka di gedung yang sama tempat penikaman terjadi – Hagey Hall – dan menahannya “tanpa insiden lebih lanjut,” kata Crowell.

Tersangka awalnya menyamar sebagai korban sebelum petugas dengan cepat mengidentifikasinya, tambahnya.

Ternyata pelaku juga bukan anggota kelas itu, tetapi sempat berbicara dengan profesor kelas “sebelum menyerangnya dengan dua pisau besar tanpa provokasi.”

Beberapa siswa berusaha menghentikan serangan sementara yang lain melarikan diri dari ruangan, kata Crowell. Saat para mahasiswa berusaha melarikan diri, tersangka menikam dua mahasiswa dan berusaha menikam mahasiswa ketiga, yang tidak terluka, katanya.

Tersangka Bertindak Sendiri

Universitas Stanford Tersandung Kasus Pelanggaran Data, Informasi Pribadi Calon Mahasiswa Bocor

Universitas Stanford Tersandung Kasus Pelanggaran Data, Informasi Pribadi Calon Mahasiswa Bocor

Universitas Stanford mengungkapkan pelanggaran data setelah file yang berisi informasi penerimaan program PhD di bidang ekonomi diunduh dari situs web-nya antara Desember 2022 dan Januari 2023.

Minggu lalu, universitas yang berbasis di California, AS, itu mengirimkan surat pemberitahuan pelanggaran data kepada 897 individu yang memasukkan informasi pribadi dan kesehatan sebagai bagian dari aplikasi pascasarjana jurusan ekonomi.

Pihak universitas memberi tahu para pelamar atau calon mahasiswa pascasarjana bahwa info pribadi mereka telah diakses tanpa izin.

“Pada 24 Januari 2023, Stanford diberi tahu bahwa folder yang berisi file aplikasi 2022-2023 untuk masuk ke program PhD Departemen Ekonomi Stanford muncul di situs web departemen karena kesalahan konfigurasi pengaturan folder,” demikian pemberitahuan universitas kepada individu yang terkena dampak.

“Kami segera menyelidiki masalah ini, yang mengungkapkan bahwa akses tidak terbatas ke aplikasi dimulai pada 5 Desember 2022, dan ada dua unduhan materi aplikasi antara 5 Desember 2022 dan 24 Januari 2023,” lanjut pemberitahuan tersebut, dikutip dari Bleeping Computer, Sabtu (25/2/2023).

Informasi yang terungkap sebagai akibat dari pelanggaran data ini terdiri dari aplikasi dan materi yang menyertainya, termasuk nama, tanggal lahir, alamat rumah dan surat, nomor telepon, alamat email, ras dan suku, kewarganegaraan, serta jenis kelamin.

“Insiden tersebut tidak melibatkan program di Stanford selain program PhD di bidang Ekonomi. Itu juga tidak melibatkan pendaftaran sarjana ke universitas,” kata pihak universitas dalam pernyataan terpisah di situsnya.

Blokir Akses

Beberapa materi yang disampaikan selama proses aplikasi PhD juga termasuk informasi kesehatan pelamar. Nomor jaminan sosial dan data keuangan tidak terungkap selama kejadian karena file aplikasi tidak berisi jenis data ini.

Stanford segera memblokir akses ke file setelah mengetahui tentang paparan yang tidak disengaja. Saat ini, pihak universitas mengatakan tak menemukan bukti bahwa informasi yang diunduh telah disalahgunakan.

“Kerahasiaan, privasi, dan keamanan informasi pribadi adalah salah satu prioritas tertinggi kami, dan kami memiliki langkah-langkah keamanan untuk melindungi jenis informasi ini,” tambah Stanford.

“Menanggapi kejadian ini, kami memperbarui proses dan kebijakan kami terkait dengan keamanan penyimpanan file elektronik dan akan melatih kembali fakultas dan staf tentang kebijakan tersebut,” pungkasnya.

Kasus Sebelumnya

Sebelumnya, universitas juga terjerat pelanggaran data pada April 2021. Namun kasus tersebut bukan faktor internal, tetapi ulah kelompok ransomware Clop.

Pelaku kejahatan siber itu membocorkan dokumen yang dicuri dari platform Accellion File Transfer Appliance (FTA) Stanford School of Medicine.

Data yang dipublikasikan secara online oleh geng kejahatan dunia maya Clop setelah serangan 2021, mencakup nama, alamat, alamat email, nomor jaminan sosial, dan informasi keuangan.

Seorang juru bicara Stanford belum menanggapi masalah ini saat dimintai komentar oleh BleepingComputer.

Penembakan Massal di Universitas Michigan AS, 3 Tewas dan 5 Luka-luka

Penembakan Massal di Universitas Michigan AS, 3 Tewas dan 5 Luka-luka

Penembakan kembali terjadi di Amerika Serikat. Seorang pria bersenjata melepaskan tembakan pada Senin malam, 13 Februari 2023, di kampus utama Michigan State University. Penembakan massal itu menyebabkan tiga orang tewas dan melukai lima orang, yang beberapa di antaranya parah.

Sejumlah detail resmi tentang kekerasan senjata belum disampaikan. Chris Rozman, wakil sementara kepala polisi universitas, menyatakan, tembakan dilepaskan di dua lokasi – di sebuah gedung akademik bernama Berkey Hall dan gedung Persatuan Michigan State University (MSU).

“Dari penembakan itu, kami menemukan korban di kedua lokasi. Kejadian itu dimulai tak lama setelah pukul 8 malam waktu setempat,” kata Rozman kepada wartawan dalam jumpa pers yang disiarkan televisi sekitar tiga jam kemudian.

Pelaku ditemukan tewas beberapa jam kemudian. Polisi menduga dia meninggal dunia dari tembakan yang dilakukan sendiri.

Rozman mengatakan penyidik belum mengetahui motifnya. Dia juga mengatakan universitas tidak mengetahui adanya ancaman terhadap kampus sebelum pertumpahan darah Senin.

Menurut Rozman tiga korban tewas dan lima dibawa ke rumah sakit. Beberapa di antaranya mengalami luka yang mengancam jiwa. Dua dari yang tewas berada di Berkey Hall dan yang lainnya di MSU Union.

Universitas AS Meminta Maaf Karena Gunakan ChatGPT Untuk Kirim Pesan

Pejabat Vanderbilt University, Amerika Serikat, meminta maaf kepada mahasiswa karena telah menggunakan ChatGPT untuk menulis pesan elektronik terkait peristiwa penembakan massal di Michigan. Penembakan massal di kampus Michigan State University terjadi pada 13 Februari 2023 telah merenggut nyawa tiga mahasiswa dan melukai lima orang.

Pesan yang berisi imbauan untuk menciptakan lingkungan inklusif tersebut dikirim dari Peabody School of Education and Human Development, fakultas pendidikan di Vanderbilt University. Bunyi dari sebagian surat elektronik itu yakni “Penembakan Michigan baru-baru ini adalah pengingat tragis akan pentingnya menjaga satu sama lain, terutama dalam konteks menciptakan lingkungan yang inklusif,” seperti dilansir oleh surat kabar mahasiswa Vanderbilt Hustler.

Ternyata, di bagian bawah pesan, dalam ukuran kecil dan tanda kurung, terdapat sebuah kalimat yang berbunyi: “Parafrase dari model bahasa AI ChatGPT OpenAI, komunikasi pribadi, 15 Februari 2023”. Pesan tersebut ditandatangani oleh dua administrator kampus.

Setelah muncul protes dari mahasiswa ihwal pembuatan surat menggunakan ChatGPT, salah satu dekan Peabody meminta maaf karena telah menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk menulis email tentang tragedi kemanusiaan.

“Meskipun kami percaya pada pesan inklusivitas yang diungkapkan dalam email, menggunakan ChatGPT untuk merangkai pesan atas nama komunitas kami di masa duka dan sebagai respons atas tragedi, itu bertentangan dengan nilai-nilai Peabody College,” kata pesan Nicole Joseph, salah satu dekan yang menandatangani email tersebut.

Joseph mengatakan hal ini menjadi pelajaran bagi kampus. “Seperti semua teknologi baru yang memengaruhi pendidikan tinggi, momen ini memberi kami semua kesempatan untuk merenungkan apa yang kita ketahui dan apa yang masih harus kita pelajari tentang AI,” ujarnya

Nicole Joseph dan asisten dekan Hasina Mohyuddin yang juga menandatangani pesan tersebut telah mundur dari jabatan mereka di Peabody, sementara universitas melakukan tinjauan yang menyeluruh.

Setelah diluncurkan pada November lalu, ChatGPT telah digunakan untuk menulis pesan, esai, cerita, hingga lirik lagu. Meskipun populer dan memiliki daya tarik bagi masyarakat luas, perangkat lunak ini masih menimbulkan kekhawatiran etis, seperti kemampuannya membantu siswa untuk menyontek, serta menyebarkan bias dan misinformasi.

KPK Luncurkan Menu JAGA Kampus, Cegah Korupsi di Lingkungan Perguruan Tinggi

KPK Luncurkan Menu JAGA Kampus, Cegah Korupsi di Lingkungan Perguruan Tinggi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meluncurkan menu baru pada platform atau aplikasi Jaringan Pencegahan Korupsi atau JAGA bernama JAGA Kampus. Peluncuran JAGA Kampus merupakan hasil kerja sama KPK dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek). Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron menyampaikan, aplikasi JAGA merupakan mekanisme yang dibangun KPK untuk meningkatkan partisipasi publik dalam mengawasi maupun melaporkan tindak pidana korupsi (Tipikor).

“Di mana saat ini, JAGA telah menyajikan berbagai data dan informasi yang meliputi sektor kesehatan, pengelolaan keuangan desa, perizinan, dan Penanganan Covid-19,” ujar Ghufron dalam peluncuran JAGA Kampus.

JAGA.ID App KPK Untuk Universitas

Untuk memudahkan masyarakat luas mengakses JAGA, KPK juga menyajikannya dalam bentuk aplikasi. Terbaru yaitu, JAGA Kampus yang merupakan pengembangan dari menu pada sektor Pendidikan, yang memuat beragam data dan informasi seputar dunia pendidikan. Melalui JAGA Kampus, KPK berharap aplikasi ini bisa menjadi sarana keterbukaan informasi untuk dimanfaatkan oleh para mahasiswa, orang tua siswa, tenaga pengajar, serta masyarakat yang terkait dengan kampus. Di antaranya, informasi terkait penyedia barang dan jasa untuk kampus, atau menyediakan data keuangan perguruan tinggi.

“JAGA kampus diharapkan bisa memberikan iklim dunia pendidikan yang berintegritas bukan hanya dalam riset, tapi juga tata kelola keuangan dan aset. Sehingga tidak ada potensi merugikan negara dan antikorupsi,” kata Ghufron.

“Kami juga berharap JAGA kampus bisa melahirkan kampus berintegritas, kemudian melahirkan alumni sarjana, doktor, yang juga berintegritas,” imbuhnya.

Ghufron menuturkan, KPK tidak akan berjalan sendiri dalam mengelola laporan masyarakat. Setiap masukan dan laporan akan diteruskan kepada pihak terkait untuk ditindaklanjuti. Dalam hal JAGA Kampus, KPK akan meneruskan ke Kemendikbud Ristek, Badan Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), dan institusi terkait lainnya. Dia itu menegaskan, KPK akan menjaga kerahasiaan identitas pelapor sehingga tidak akan menimbulkan kerugian bagi pelapor.

“Jangan sampai mahasiswa yang melapor untuk dapat nilai A ada harganya, untuk bisa lulus ada harganya, itu dirugikan karena sudah melapor,” ucap Nurul Ghufron.

Peluncuran Aplikasi JAGA Kampus

Diselenggarakan secara virtual dan disiarkan melalui saluran YouTube KPK ini juga dihadiri oleh Menteri Dikbud Ristek Nadiem Makarim. Nadiem pun menyambut baik pengembangan platform JAGA dengan memasukkan informasi seputar kampus yang akan membantu mencegah korupsi di dunia pendidikan tinggi.

Pihaknya, kata Nadiem, tengah mendorong perguruan tinggi di Indonesia untuk menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH).

“Sejauh ini, sudah ada 16 Perguruan tinggi yang menjadi PTNBH,” ujarnya.

Nadiem memaparkan, jika Perguruan tinggi menjadi PTNBH, maka akan memiliki otonomi yang lebih besar untuk pengelolaan pembelajaran maupun manajemen kampusnya. Sehingga harus lebih bertanggung jawab, transparan, dan berintegritas. JAGA Kampus menampilkan profil perguruan tinggi, informasi dosen, mahasiswa, anggaran, serta pemasukan dan pengeluaran PTNBH.

Semua itu bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas PTNBH. Nadiem berpesan kepada rektor dan dosen Perguruan tinggi, untuk membantu mewujudkan dunia kampus yang berintegritas. Salah satunya dengan merancang mata kuliah antikorupsi. “Untuk mewujudkan Indonesia yang bebas korupsi, bisa dimulai dari kampus yang bersih, transparan, dan akuntabel. Mari bergerak serentak,” ujar Nadiem. Untuk diketahui, JAGA.ID merupakan platform pencegahan korupsi yang diinisiasi oleh KPK, memiliki komitmen untuk terus berinovasi dalam meningkatkan partisipasi publik guna mendorong keterbukaan pada kementerian, lembaga, dan pemerintah.

Kelompok Hacker Ransomware Serang Universitas Ternama Israel, Ada Apa?

Kelompok Hacker Ransomware Serang Universitas Ternama Israel, Ada Apa?

Kelompok hacker ransomware baru dengan nama ‘DarkBit’ menyerang Technion atau Institut Teknologi Israel, salah satu universitas riset terkemuka di negara tersebut.

Dalam serangannya, DarkBit menyampaikan pesan yang memprotes maraknya PHK di industri teknologi dan mempromosikan retorika anti-Israel. Pelaku serangan menuntut uang tebusan US$ 1,7 juta.

Institusi akademik yang berbasis di Haifa itu tengah melakukan aktivitas tanggap insiden untuk menentukan ruang lingkup dan penyebab serangan tersebut.

“Technion berada di bawah serangan dunia maya. Cakupan dan sifat serangan itu sedang diselidiki,” kata perwakilan universitas melalui pernyataan yang dirilis dalam bahasa Ibrani, dikutip dari Bleeping Computer

“Untuk melakukan proses pengumpulan informasi dan penanganannya, kami menggunakan tenaga ahli terbaik di lapangan, baik di dalam maupun di luar Technion, serta berkoordinasi dengan otoritas terkait. Technion secara proaktif memblokir semua jaringan komunikasi pada tahap ini,” sambungnya.

Sebuah permintan tebusan dari grup ransomware ‘DarkBit’ baru ditinggalkan di sistem universitas, di mana penyerang meminta 80 Bitcoin atau sekitar US$ 1.745.200 untuk membuka dekripsi.

Serangan ini kemungkinan terjadi pada 12 Februari 2023. Meskipun sistem online universitas Israel mungkin terpengaruh, operasional kampus universitas tetap berjalan seperti biasa.

Meskipun sistem komputasi teknis (termasuk Office 365, Zoom, dan Panopto) secara bertahap dipulihkan, respons insiden serangan hacker terus berlanjut.

Siapakah DarkBit?

Kelompok ‘DarkBit’ sendiri belum pernah diketahui keberadaannya. Namun, mereka memberikan sejumlah petunjuk tentang tujuan mereka di catatan tebusan, serta saluran Twitter dan Telegram.

Motif kelompok tersebut juga tampak beragam. Mulai dari penggunaan tagar #HackForGood di bio Twitter hingga pesan anti-Israel yang terlihat di catatan tebusan, serta menyerukan PHK di industri teknologi.

Saat menyerang Israel karena menjadi “rezim apartheid”, DarkBit ingin membuat mereka membayar untuk “kejahatan perang terhadap kemanusiaan” dan “pemecatan ahli berketerampilan tinggi”.

“Saran baik untuk perusahaan teknologi tinggi: Mulai sekarang, berhati-hatilah saat Anda memutuskan untuk memecat karyawan, khususnya yang geek,” kata DarkBit dalam sebuah tweet.

Bergantung pada bagaimana seseorang menafsirkan kata-katanya, serangan itu tampaknya merupakan cara DarkBit untuk membalas dendam atas PHK yang mungkin berdampak pada anggotanya.

Komentar Analis

Pelaku ancaman tampaknya menyiratkan bahwa memberhentikan karyawan ahli tanpa melakukan uji tuntas dapat menimbulkan ancaman terhadap postur keamanan organisasi.

Beberapa karyawan yang diberhentikan (dan tidak puas) mungkin mengenal orang dalam yang memungkinkan mereka memperoleh akses lebih mudah ke jaringan komputer organisasi bahkan setelah PHK.

“DarkBit telah berubah dari hacktivist, menjadi grup ransomware dan sekarang menjadi mantan karyawan yang tidak puas,” ujar analis keamanan siber Dominic Alvieri.

Kelompok tersebut mengancam akan mengenakan penalti 30% di atas permintaan uang tebusan jika Technion tidak setuju untuk membayar.

Selain itu, DarkBit memperingatkan akan menjual data yang dicuri setelah lima hari ke depan.

Mia Khalifa Jadi Pembicara Tamu Bahas Film Porno di Universitas Oxford, Banjir Kritik Warganet

Mia Khalifa Jadi Pembicara Tamu Bahas Film Porno di Universitas Oxford, Banjir Kritik Warganet

Mia Khalifa, mantan bintang film porno yang kini menjadi influencer media sosial, baru saja memberikan pidato di University of Oxford, Inggris, salah satu universitas paling bergengsi di dunia. Wanita berusia 30 tahun itu berbicara di Oxford Union, tempat yang terkenal untuk melakukan debat dan pembicara tamu-tamu kelas atas.

Video saat Mia Khalifa berpidato atau berbincang tidak dirilis, tetapi Oxford Union mengundang Khalifa pada hari Rabu, 3 Mei 2023 sebagai “figur publik dan influencer” yang memiliki banyak pengetahuan tentang eksploitasi dalam industri film dewasa. Dikutip dari Samaa English TV pada Selasa, 6 Juni 2023, bintang film porno asal Lebanon ini membahas pentingnya menetapkan batasan secara profesional dan pribadi, kepercayaan dirinya, serta berbagi aspek kehidupan pribadinya.

“Berbicara di Oxford Students’ Union kemarin adalah salah satu pengalaman hidup di mana saya sepenuhnya sadar betapa beruntungnya saya dapat menjalani kehidupan dan melakukan segala yang saya bisa untuk tidak membiarkan momen apa pun terlewatkan dengan sia-sia,” tulis Mia Khalifa melalui akun Instagramnya pada 5 Mei 2023.

“Terima kasih banyak kepada @theoxfordunion atas kesempatan untuk berbicara di bangunan dan organisasi bersejarah seperti ini. Saya merasa rendah hati dan termotivasi oleh semangat Anda untuk menciptakan perubahan nyata di dunia dan untuk menghadirkan daftar pembicara yang beraneka latar belakang. Apa yang Anda lakukan sangat penting dan saya bangga bisa berada di panggung Anda,” tambahnya.

Tamu-tamu terkenal yang pernah diundang oleh Oxford Union antara lain Stephen Hawking, Bill Clinton, Elton John, Salman Rushdie, Morgan Freeman, dan Mother Teresa, dan kini Mia Khalifa menjadi salah satunya.

Ia juga menulis, “Imposter syndrome itu NYATA, meskipun saya hadir untuk membicarakan tentang batasan-batasan, percaya diri, dan pengalaman hidup saya, yang bisa Anda hakimi sesuka hati, tetapi saya berada di Oxford berkat apa yang telah saya capai sejak saat itu.”

Imposter syndrome adalah gangguan psikologis yang dialami orang-orang yang sukses merasa tidak pantas mendapatkan pencapaian mereka. Orang-orang yang mencapai prestasi tinggi sering menderita kondisi ini, sehingga kondisi ini tidak dapat dibandingkan dengan rendahnya harga diri atau kurangnya kepercayaan diri.

Orang-orang ini mungkin takut ketahuan dan merasa ada beban untuk membuktikan dirinya. Kecemasan ini dapat sangat menghancurkan sehingga keberhasilan besar sering diabaikan.

Dalam media sosialnya, gambar-gambar saat Mia masuk ke ruang pidato umum sambil disambut oleh para mahasiswa, juga dapat dilihat. Melalui Twitternya, Mia mengatakan kesempatan ini menjadi ‘kenangan yang sangat berarti dan sesuatu yang tidak sabar untuk saya tunjukkan kepada anak-anak saya di masa depan, bahwa ibunya melakukan ini.’

Mengenakan Pakaian Seksi dari Desainer Turki

a juga mengunggah beberapa foto dan video dari kunjungannya, termasuk foto yang menunjukkan sepertinya catatan yang dia tulis di buku tamu Oxford Union. “Lihat, Ma, aku berhasil sampai ke Oxford!” tulisnya.

Dalam kunjungannya sebagai pembicara tamu di Oxford, Mia Khalifa mengenakan set pakaian yang seksi dari desainer Turki, Dilara Findikoglu. “Terima kasih kepada @dilarafindikoglu karena telah mendandani diriku dengan pakaian impian universitas yang membuatku merasa seperti orang dari Gryffindor di Oxford,” tulisnya dalam caption Instagram.

Ia memakai blazer dan rok mini berwarna beige dengan kemeja putih di dalamnya. Ia juga mengenakan dasi merah marun yang menjuntai panjang dan diselipkan ke dalam roknya.

Terkait dengan penampilannya, ada beberapa warganet yang mengkritik pemilihan pakaian Mia yang terlalu terbuka untuk ruang akademik. Namun, tidak sedikit yang memuji pakaian tersebut karena dianggap sangat modis.

Mia Khalifa dikenal sebagai salah satu bintang film dewasa yang paling banyak dicari sepanjang masa setelah tampil dalam beberapa adegan pada beberapa bulan di 2014. Sejak itu, ia telah menjadi bintang OnlyFans, influencer, dan kritikus vokal terhadap industri film dewasa, terutama karena orang lain terus meraup keuntungan dari karyanya beberapa tahun yang lalu.